Napak Tilas Perupa NTB untuk Generasi Milenial


Melalui Lombok ART Exhibition diharapkan geliat kesenian dan budaya anak-anak NTB semakin geliat. Karena itu, budaya dan kesenian menjadi elemen penting bagi masyarakat untuk mengingat kembali nilai luhur berasaskan kearifan lokal yang berlaku di daerah Nusa Tenggara Barat. Tidak hanya budaya, seni rupa telah banyak memberi warna bagi NTB oleh para perupa maupun seniman dengan karya-karya luar biasa.

Kegiatan yang bertajuk "Napask Tilas Perupa NTB" yang digelar sejak 14 - 24 September 2019 di Taman Budaya NTB menjadi momen yang ditunggu oleh para pegiat seni rupa baik dari masyarakat maupun dari kalangan mahasiswa sebagai generasi milenial yang mengeyam pendidikan tinggi di berbagai universitas di Kota Mataram.

Kepala Taman Budaya NTB, Ir. Baiq Rahmayati mengatakan, event Lombok ART ini merupakan kegiatan terpanjang yang digelar beberapa tahun terakhir dan memiliki durasi waktu selama 12 hari. Karena itu, nantinya sangat diharapkan kepada masyarakat untuk mengapresiasi segala bentuk karya anak NTB terutama seni rupa yang merupakan karya dari perupa di NTB.


"Seni rupa di NTB mulai kita hidupkan kembali, karena kita melihat kegiatan perupaan butuh perhatian yang lebih masif lagi, baik oleh pemerintah maupun masyarakat itu sendiri," ungkapnya saat ditemui di TB, Sabtu (22/9).

Maya sapaan akrabnya menjelaskan, pameran ini sebagai momentum untuk mendukung sekaligus mengenang karya seni rupa dari para seniman terdahulu yang memiliki karya cukup populer pada masa itu. Sehingga generasi melenial dapat memahami pentingnya sebuah karya seni rupa.

"Kita telah pamerkan semua lukisan-lukisan dari perupa saat ini dan seniman terdahulu di gedung galeri Taman Budaya. Alhamdulilah antusias pengunjung sudah sangat luar biasa dengan jumlah kunjungan mencapai 500 orang," tutur kepala TB itu.

Seni rupa menurutnya, memang membutuhkan orang-orang yang mampu menyatukan imajinasi dengan logika dan dituangkan ke dalam sebuah lukisan. Mampu menafsirkan hasil karya sehingga orang lain dapat memahami tujuan dari karyanya. 


Sementara untuk mengenalkan lukisan-lukisan itu kepada anak-anak NTB saat ini, kata Maya, Lombok Art Exhibition dirangkaikan juga dengan pemutaran flm pendek, musik, hiburan dan lain-lain. Sehingga mereka dapat meramaikan dan mengenal berbagai karya rupa yang di pamerkan.

Salah seorang perupa NTB, Altha Rivan mengakui, ruang bagi perupa untuk menampilkan berbagai seni rupa jarang ditemui di berbagai daerah di NTB. Terutama untuk mengenalkan para perupa kepada generasi milenial saat ini. Karena itu, ia sangat mengapresiasi kegiatan Lombok ART Exhibition yang digelar oleh Taman Budaya menjadi momentum yang tepat untuk terus berkarya. Ia juga baru pertama kali berkunjung di Taman Budaya dan mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan kepada generasi melalui karya seni rupa yang dipamerkan bersama karya perupa lain di NTB.


"Kalau saya pribadi, setiap karya yang diciptakan tidak menuntut bahwa harus diapresiasi dengan berbagai materi. Yang terpenting saya bisa berkarya dan menumpahkan segala potensi yang ada," ungkapnya 

Artha juga sebagai perupa pemula, sangat bangga sehingga dapat mengenal lebih jauh tentang karya perupa lainnya. Meskipun tantangan untuk perupa jarang dikenal masyarakat banyak. Namun, ia tetap meyakini bahwa ke depan para perupa dapat memberikan yang terbaik untuk NTB.

Adapun karya perupa yang pamerkan pada event Lombok ART Exhibition seperti seniman senior, Abdullah Sidik, L. Agus Faturahman, Tarfi Abdullah, I Wayan Kisid, I Gusti Baggus Kebon dan lain-lain. Sementara perupa junior seperti L Syauqani, Arief Firmansyah, Karyana dan beberap perupa pemula lainnya.(Man)

foto utama:

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru