Jerman Dalam Balutan Kabut Tambora

Letusan Tambora 1815 mengguncang dunia. Di Jerman, pasca letusan dahsyat itu membawa dampak yang luar biasa. Negara ini mengalami kegelapan dan diabadikan oleh seorang pelukis bernama Casper David Friedrich dalam lukisan temaram Kota dan Pelabuhan Jerman di tahun 1815-1816. Ada dua lukisan karya C.D Friedrich, yang pertama adalah temaram kota Neubrandenberg di Jerman dan suasana temaram pelabuhan di Jerman. Foto lukisan ini dikirim oleh teman saya Edi Susilo.

Setelah diketahui bahwa kegelapan itu disebabkan oleh letusan Tambora, Jerman mengirimkan pakar Bio Geografi Dr. Benhard Rensch dan kawan kawan untuk melakukan eksplorasi ke Indonesia khususnya ke kepulauan Nusa Tenggara guna melakukan penelitian. Para peneliti Jerman menyisir pulau Sumbawa hingga ke Timor.

Bio-geografi adalah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari keanekaragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu. Bio Geografi bertujuan untuk mengungkapkan latarbelakang kehidupan organisme dan apa yang mempengaruhinya.

Hasil dari penelitian ini diterbitkan pada tahun 1830 dengan judul "Eine Biologisch Reise Nach Den Kleinch Sunda- Inseln.Laporan penelitian ini sangat penting bagi kita untuk mengetahui keakaragaman hayati di pulau Sumbawa sebagai dampak letusan dahsyat Tambora. Mudah mudahan sudah diterjemahkan.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru