Puisi, Biarkan Kata Mengalir Sendiri

Bagi saya, puisi adalah keterampilan berbahasa, seni berkata-kata yang paling tinggi, yang paling canggih. Di sana setiap kata adalah sesuatu yang bermakna. Tidak ada yang mubazir dari apa yang ditulis sang penyair. Di situ letak keutuhannya. Di situ pula kelebihan puisi dibandingkan bahasa biasa atau karya lain. Puisi bagi saya adalah, sebentuk cara untuk mengungkapkan yang banyak dengan cara yang paling sedikit. Bagaimana caranya, inilah yang menyebabkan tidak semua orang mampu melakukannya.

Puisi memang bukan kata yang lahir karena terpaksa. Juga bukan kata yang di ‘indah-indah’kan. Sajak yang sejati akan keluar dan lahir oleh sebuah rasa bergejolak, dorongan hati yang kuat, yang menggerakkan tangan meraih pena dan menuliskan kata-kata. Ada yang berpendapat bahwa, tanpa ilham sebuah puisi tak akan lahir. Tapi ternyata, ilham bukanlah satu satunya ‘penyebab’ lahirnya sebuah puisi. Tehnik keterampilan mengolah bahasa dan daya imajinasi, juga merupakan faktor yang sangat mendukung terciptanya sebuah puisi.

Jika kemampuan tersebut telah dimiliki, maka hal hal yang sangat sederhana sekalipun, bisa dirubah menjadi sebuah puisi yang indah. Sebagai contoh, sebuah puisi karya Ajip Rosidi berjudul “Di Akuarium” yang menceritakan tingkah polah ikan di dalam akuarium, bisa dirubahnya menjadi sebuah puisi yang indah.

Jadi, mengapa kita tidak mencoba membuat puisi? Mengapa kita tidak melampiaskan rasa marah, rasa rindu atau bahkan sakit hati menjadi sebuah puisi? Tidak mempunyai bakat bukanlah kata yang tepat untuk dijadikan sebuah alasan. Banyak yang mengatakan bahwa, dalam dunia jurnalistik, porsi bakat hanyalah 5%, selebihnya 90% kerja keras dan 5% keberuntungan. Itu artinya, kerajinan berlatih, keuletan serta tak bosan-bosannya menulis, merupakan syarat yang harus dimiliki oleh seorang calon penyair. Bakat akan terasah kalau kita terus berlatih.

Dan jika Anda telah mulai menulis sebuah puisi, maka biarkanlah angan Anda mengembara tanpa batas, meliuk, menukik, dan terbang kemana ia suka. Biarkan kata itu mengalir sendiri dari lubuk hati Anda. Dalam hati, Anda harus berkata; “Aku harus menjadi seorang penyair”. Nah selamat berpuisi!

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru