Balada Seniman Ladang

(KM.Sarangge ) Arsyad dan Siti Maryam adalah seniman tradisi yang tidak terdaftar dalam sanggar seni manapun di kota Bima. Mereka adalah seniman Sagele yang hanya mendapatkan upah dari setiap acara sagele warga di lereng lereng perbukitan di pinggir kota Bima seperti di Jatibaru,ncai kapenta,Lelamase, Rite, Ndano Nae dan sekitarnya. Seniman tradisi memang tidak hanya berkecimpung di sanggar sanggar seni, namun masih banyak mereka yang berada di garis luar dan menjadi seniman freelance ketika musim tanam tiba.

Ketika warga menanam, mereka panen orderan dengan upah Rp.200.000. Tapi ketika warga panen mereka mulai paceklik karena saat panen tenaga mereka sudah tidak dibutuhkan lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup,mereka kerja serabutan menunggu masa tanam berikutnya. Namun saat ini, sudah tidak banyak warga yang melakaanakan Sagele.warga sudaj banyak yang nemilih menanam seperti biasa. Warga sudah enggan mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa seniman Sagele. Hanya warga tertentu yang saat ini masih menggelar prosesi menanam dengan Sagele. Kemungkinan besar di tahun tahun mendatang Sagele tinggal kenangan.Arsyad dan Siti Maryam pun pensiun.

Tetapi di beberapa wilayah, seperti di Ndano Nae,Ambalawi,Lelamase,Wawo l,sambori dan sekitarnya, Sai,Sampungu, tradisi arugele maupun sagele masih bertahan.Tetapu sekali lagi, tidak tertutup kemungkinan Sagele akan mulai ditinggalkan di masa masa mendatang. Atau Sagele akan berubah bentuk misalnya dengan menggunakan Tip recorder dengan lagu lagu dangdud sebagai pengiring dan penyemangat kerja seperti yang saya jumpai di Sambori dan beberapa wilayah lainnya. Tip recorder kecil mereka bawa dan menemani kegiatan menanam dan panen warga.

Mari kita satukan ide dan gagasan menyelamatkan Tradisi Sagele dan naungi para seniman Tradisi dengan aksi nyata,bukan hanya di meja dan forum diskusi.(alan)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru