Rudat Seni Tradisional Yang Masih Bertahan

Rudat adalah sejenis kesenian tradisional yang semula tumbuh dan berkembang di lingkungan pesantren. Seni rudat merupakan seni gerak dan vokal yang diiringi tabuhan ritmis dari waditra sejenis terbang (rebana). Syair-syair yang terkandung dalam nyanyiannya bernafaskan kegamaan, yaitu puja-puji yang mengagungkan Allah dan Shalawat Rosul. Tujuannya adalah untuk menebalkan iman masyarakat terhadap agama Islam dan kebesaran Allah. Sehingga manusia bisa berakhlak tinggi berlandasan agama Islam dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian, seni rudat adalah paduan seni gerak dan vokal yang di iringi musik terbangan yang di dalamnya terdapat unsur ke agamaan, seni tari dan seni suara.
kesenian Rudat memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Media Dakwah
Seperti dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa kesenian Rudat adalah salah satu jenis seni tari yang bernuansa islam. Pada setiap pertunjukannya, kesenian Rudat yang dipentaskan oleh para pelakunya senantiasa membawa pesan-pesan ke-islaman kepada setiap penontonnya. Syair-syair yang dilantunkan pada saat pertunjukan merupakan syair yang bernuansa dakwah melalui lantunan salawat nabi dan firman-firman ilahi yang dikemas menjadi syair pengiring tari.

2. Media penyambung silaturrahmi
Salah satu alat untuk mempererat tali silaturrahmi masyarakat adalah pementasan kesenian, baik itu kesenian yang berupa seni tari, seni pewayangan, seni derama ataupun yang lainnya. Kesenian Rudat juga demikian, artinya dengan pementasan kesenian Rudat ini maka masyarakat akan berkumpul dan bertukar cerita pada saat mereka menonton pertunjukan tersebut.

3. Media hiburan
Pada tahap perkembangannya kesenian Rudat dipentaskan sebagai hiburan bagi masyarakat dan bahkan bisa dikatakan bahwa kesenian Rudat dipentaskan untuk kepentingan matrial, artinya kesenian Rudat ini dipentaskan sebagai hiburan dimana setiap melakukan pementasan, kelompok kesenian Rudat disewa oleh orang-orang yang menyelenggarakan acara pernikahan, khitanan dan acara-acara lainnya.

Jumlah pemain rudat berkisar antara 12 sampai 24 orang. Dari segi geraknya rudat menggunakan gerakan silat, namun dalam permainan Rudat unsur tenaga tidak banyak mempengaruhi. Lagu Rudat hampir sebagian besar bernafaskan keagamaan. Sedangkan gerakannya terdiri dari gerakan kaki yang serempak ketika melangkah kedepan, belakang dan samping yang melambangkan kebersamaan langkah dan keserasian bentuk koreografi. Beberapa gerakan antaralain yang dalam seni rudat antaralain gerakan nonjok, yaitu kaki kanan melangkah ke depan dengan posisi kuda-kuda dan tangan kiri mengepal sementara kepala lurus ke depan. Gerakan gibas, yaitu kaki kanan tegak lurus. Tangan kiri menekuk dengan arah gerak ke kanan. Kepala ke arah kanan dan membalik langsung ke kiri.

Jika diresapi secara mendalam, syair rudat memiliki makna batin yang kuat. Misalnya syair, “Ya Khayyu ya Qayyum, La khaula wa laa quwwata illa billahi aliyyil adzim.” Syair ini memiliki arti bahwa tiada daya dan upaya tanpa hidayah dan izin Allah. Syair rudat mengisyaratkan munajat dan kepasrahan total akan keterbatasan manusia. Gerakan tariannya juga demikian, tiap tembang yang dilantunkan akan memiliki gerakan yang berbeda.[] - 01

 

 

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru