logoblog

Cari

Teater Sanggar Seni Bining Menutup Kegiatan Hari Guru ke-74

Teater Sanggar Seni Bining  Menutup Kegiatan Hari Guru ke-74

Sumbawa Besar_Pertunjukan Teater Sanggar Seni Bining dalam cerita Purnama Kelima karya Ali Nusantara, S.Pd adalah sebuah karya seni yang dihajatkan untuk

Seni

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
29 November, 2019 07:30:03
Seni
Komentar: 0
Dibaca: 1003 Kali

Sumbawa Besar_Pertunjukan Teater Sanggar Seni Bining dalam cerita Purnama Kelima karya Ali Nusantara, S.Pd adalah sebuah karya seni yang dihajatkan untuk memeriahkan Hari Guru Nasional (HGN) Ke-74, di MTsN 1 Sumbawa Selasa, 25(11/19) di Aula MTsN 1 Sumbawa. Pertunjukkan Sanggar Seni Bining tersebut adalah kegiatan puncak sekaligus penutup dari beberapa rangakaian lomba dan kegiatan yang di gelar sebagai muqaddimah perayaan HGN ke-74 2019.

Lomba-Lomba yang digelar sebelum pertunjukan teater adalah Lomba Mural, Lomba Memanah dan Lomba Memasak bagi Bapak dan Ibu Guru. Pada hari yang sama juga sudah berlangsung upacara bendera perayaan Hari Guru Nasional (HGN) ke-74 di lapangan umum MTsN 1 Sumbawa dengan penuh rasa khidmat meskipun terik matahari pagi itu sudah terasa panas.

Pada upacara ini diikuti oleh semua guru, TU dan siswa dan sebagian guru menjadi petugas upacara bendera. Tidak seperti hari Senin lainnya, petugas upacara bendera diambil dari siswa perkelas, namun pada HGN ini dilaksanakan oleh All Teacher dan sebagai pembina upacara Kamad Sandi, S.Pd. MM.

Dalam pidatonya Kamad MTsN 1 Sumbawa. Sandi, S.Pd. MM sekaligus menjadi pembina upacara menyampaikan amanat seraya membaca Teks pidato Menteri Pendidikan Indonesia Nadiem Makarim yang intinya. “Kita adalah guru dan guru harus menggunakan amanah guru ini dengan sebaik-baiknya yakni dengan terus berinovasi, meskipun hal tersebut ukurannya kecil”. Sebagai tambahannya kamad juga mengharapkan kepada seluruh siswa untuk selalu menghormati guru “Kami bukan gila hormat untuk dihormati, namun ketika siswa atau murid menghormati guru, maka penghormatan itu akan kembali kepada siswa itu sendiri untuk keberkahan ilmu yang diterima” ungkap Kamad Sandi.

Pada Senin sore dilanjutkan dengan pertunjukan teater Sanggar Seni Bening yang dibintangi oleh siswa-siswi MTsN 1 Sumbawa. Acara tersebut berlangsung di Aula MTsN 1 Sumbawa Senin sore 25 November 2019 dan cukup mendapat dukungan atau support dari berbagai sponsor. Tidak hanya dari sponsor yang mengambil bagian dalam acara tersebut, Kakankemenag Kab. Sumbawa H.Ahmad Taufik, S.Ag yang didampingi Kamad MTsN 1 Sumbawa Sandi, S.Pd. MM juga mensupport lewat kehadirannya menyaksikan secara langsung pertunjukan yang membuat mata siapa saja yang menyaksikannya. Sebelum pertunjukan dimulai, panitia pementasan teater meminta Kepala Kantor untuk memberikan sambutan terkait dengan acara yang akan berlangsung.

H. Ahmad Taufik salah satu alumni MTsN 1 Sumbawa di era 80 menyampaikan sambutannya. “ Sepanjang pengetahuan saya, bahwa hal ini adalah hal yang baru kali ini diadakan dalam momen yang berbeda, dan digarap oleh guru madrasah dan diperankan oleh siswa madrasah sendiri. Kegiatan semacam ini harus ditradisikan sebagai bentuk inovasi dan kreasi membangun karakter madrasah yang lebih baik dan unggul, tidak hanya di bidang akademik yang akan di munculkan sebagai mercusuar madrasah agar bersinar, Kegiatan seperti ini juga murupakan sederetan upaya civitas akademika dalam mewujudkan madrasah yang hebat dan bermartabat.

Keberhasilan madrasah atau sekolah yang selama ini terjadi, bukanlah berawal dari sebuah hasil, melainkan berawal dari usaha dalam berinovasi dan berkreasi dalam menuangkan potensi, baik yang dimiliki oleh guru dan siswa. Bila inovasi, kreasi dan potensi terpadu dengan baik, maka keberhasilan itu akan muncul seiring dengan ikhtiar bersama” ungkap Kakankemenag H. Ahmad Taufik. Usai sambutan Kakankemenag kemudian dilanjutkan dengan pementasan teater Sanggar Seni Bining.

Namun sebelumnya dari pantauan panitia setelah pengumuman lewat media Facebook dan WhatsApp, antusias guru, siswa dan masyaratkat untuk bisa mendapatkan tiket sudah tidak terbendung lagi. Rasa penasaran yang tinggi untuk bisa langsung menyaksikan pertunjukan teater terlihat dari satu minggu sebelum pertunjukan dengan habisnya tiket yang dijual.

 

Baca Juga :


Panitia membuat tiket masuk sejumlah 200 lembar sesuai dengan kapasitas ruangan yang dipakai dalam pegelaran teater tersebut. Keinginan calon penonton untuk bisa memiliki tiket sungguh luar biasa meskipun pertunjukan teater sudah di mulai. “Kami ingin mencetak tiket sebanyak-banyaknya agar masyarakat bisa menyaksikan apa itu Sanggar Seni Bining, akan tetapi karena keterbatasan tempat untuk menampung sejumlah calon penonton, maka kami batasi denga jumlah 200 Tiket” tandas Syarifuddin Sekretaris pertunjukan.

Dalam pertunjukan perdana Sanggar Seni Bining MTsN 1 Sumbawa dirumahnya sendiri menceritakan tentang satu keluarga yang sebelumnya harmonis bersama istri dan 2 orang anaknya yakni Siti dan Bagas. Pak Hasan yang diperankan oleh Adri, Siti dan Bagas dimainkan oleh Faizah dan Bagas sendiri.

Dalam kisahnyanya Hasan adalah tenaga honorer yang menjadi staf pengajar di salah satu madrasah yang selama pengabdiannya belum diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Widia adalah seorang istri yang punya keinginan tinggi melebihi kemampuan Hasan dalam mencukupi kebutuhan keluarga.

Dengan kekurangan yang dimiliki oleh Hasan, Widia selaku istri tidak pernah puas dengan pemberian seadanya, sehingga keharmonisan yang di lakoni ber-empat selama itu berantakan. Siti sebagai anak sulung yang selama ini hidup ceria bersama keluarga, pintar dan punya keinginan mulia untuk membahagiakan orang tua harus kandas lantaran hampir setiap hari melihat percekcoka antara ayah dan ibu. Selama petunjukan panitia mengharapkan untuk tidak membuat hal-hal yang mengganggu kosentrasi pemain dan penonton lainnya, agar cerita yang ditampilkan bisa sukses sesuai keinginan bersama.

Saat pertunjukan sedang mulai merangkak naik, hampir semua penonton yang ada dalam ruangan tertutup terdiam membisu sambil mengusapi air mata yang tidak disadari membasahi pipi, seakan terhipnotis semua penonton terus terbawa denga cerita sedih yang diberengi dengan alunan musik yang lembut menyentuh jiwa hingga cerita berakhir. “Inilah hasil karya kami dan anak-anak MTsN 1 Sumbawa yang sangat sederhana dan sangat terbatas, namun dengan keterbatasan kami tidak akan menyerah dan berhenti berkarya sampai disini, justru kami akan lebih bersemangat lagi untuk menyempurnakan kekurangan yang ada” tandas Ali Nusantara .



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan