logoblog

Cari

Wagub Bernyayi Meriahkan Pentas Musik Kebangsaan

Wagub Bernyayi Meriahkan Pentas Musik Kebangsaan

Panggung berlatar bambu runcing, dipadu kain panjang berwarna merah putih terlihat megah. Jejeran bambu kuning yang masih hidup beserta daunnya, dipadu

Seni

KM. Abiantubuh
Oleh KM. Abiantubuh
27 Juli, 2019 06:00:45
Seni
Komentar: 0
Dibaca: 1020 Kali

Panggung berlatar bambu runcing, dipadu kain panjang berwarna merah putih terlihat megah. Jejeran bambu kuning yang masih hidup beserta daunnya, dipadu logo dan photo, mengesankan suasana masa lalu di masa-masa perjuangan rakyat Indonesia mengusir penjajah. Panggung artistik tersebut menjadi saksi tampilnya para musisi muda dalam gelaran Pentas Kebangsaan dan Pahlawan tadi malam (Jumat 26 Juni 2019) . Pentas kebangsaan yang berlangsung sejak pukul 20.00 Wita ini berhasil menyedot ribuan penonton. Areal GOR Hamzanwadi yang menjadi tempat penyelenggaraan pentas tersebut penuh sesak oleh penonton yang berasal dari berbagai tempat.

 

Habib Asgar misalnya. Ia datang jauh-jauh dari Terara untuk menyaksikan band kesayangannya The Datu, tampil malam itu. “Saya suka The Datu, penampilannya selalu heboh di panggung. Saya sengaja datang untuk menyaksikan penampilan mereka malam ini” kata pria yang mengaku suka music lokal ini.

Pentas kebangsaan ini dibuka dengan penampilan memukau TGH Soleh Sukarnawadi dan Alfian. Geseka biola TGH Soleh diiringi kelembutan saxophone Alfian, yang melantunkan tembang Ta’sis NWDI tadi malam serasa menyihir penonton. Lagu Ta’sis NWDI atau lebih dikenal dengan Antiya Pancor, merupakan salah satu lagu perjuangan karya Almaghfurulahu Maulana Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid. Selanjutnya sederet penampil lain, tak kalah menariknya. Band lain seperti The Datu Band, E’ed & Friends, Tongkek, Our Class, Keroncong, dan Bale Langgak Band rata-rata tampil memukau penonton. The Datu misalnya. Mereka tampil “memaksa” penonton untuk ikut bernyanyi. Itok vokalis The Datu, tampil sangat komunikatif. Para penonton terutama mereka yang berada dibarisan depan, diajak untuk ikut bernyanyi dan bertepuk tangan. Penampilan The datu menjadi sempurna, karena mampu mengajak Hj Siti Rohmi Jalilah untuk tampil menyanyi di atas panggung.

Dalam sambutannya Wagub Rohmi Jalilah tak lupa menyampaikan pesan NTB Zero Waste. “Awas hati-hati jangan buang sampah sembarangan, katanya sebelum mulai bernyanyi. “Generasi muda harus mengikuti keteladanan para pahlawan nasional kita Maulana Syaikh. Mulana syaikh adalah sosok yang sangat gigih berjuang. Anak muda harus kerja keras ndak boleh malas. Manfaatkan sisa hidup yang diberikan sebaik-baiknya. Kalau kita meneladani yang baik-baik maka hidup kita akan baik, kata Wagub NTB usai menyanyikan lagu ya maulana.

 

 

Baca Juga :


The Datu mengusung lagu-lagu mereka yang sudah familiar dan mampu merebut hati para fansnya seperti lagu berayen dengan dan Sasak bersahabat.

Musik tongkek dipadu music modern dan tarian, juga tampil unik. Begitu pula dengan band Bale Langgak dan kelompok musik Keroncong, mereka menjajal panggung dengan keunikan masing-masing yang membuat para penonton bertahan dan menikmati aksi mereka hingga lagu-lagu berakhir dan ditutup oleh penampilan E’ed & Friend dengan lagu-lagu mereka seperti mase biru dan lain-lain. Tak lupa mereka mengakhiri penampilannya dengan lagu-lagu karya Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

 

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan