logoblog

Cari

Tutup Iklan

Slober, Musik Tradisional Lombok Khas Pengadangan

Slober, Musik Tradisional Lombok Khas Pengadangan

KM. Sukamulia – “Musik Slober”, demikianlah nama salah satu kesenian tradisional masyarakat suku Sasak Lombok yang berkembang pada kehidupan sosial budaya

Seni

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
20 Mei, 2018 20:46:38
Seni
Komentar: 0
Dibaca: 19346 Kali

KM. Sukamulia – “Musik Slober”, demikianlah nama salah satu kesenian tradisional masyarakat suku Sasak Lombok yang berkembang pada kehidupan sosial budaya masyarakat Desa Pengadangan. Musik Slober merupakan musik tradisional yang lahir dan berkembang pada kalangan masyarakat suku Sasak yang ada di Desa Pengadangan Kabupaten Lombok Timur.

Musik tradisional Lombok yang satu ini kelihatan unik dan permainannya cukup menyita perhatian penulis dan beberapa orang wisatawan asal Jerman yang menghadiri acara Gawe Desa Pengadangan yang dilaksanakan pada tanggal 01–02 Mei 2018. Malam itu (Selasa, 01 Mei 2018) adalah kali pertama penulis menyaksikan perunjukan Musik Slober yang dimainkan oleh grub Musk Slober Desa Pengadangan. Malam itu juga saya pertama kali mendengar nama seni music tradisional tersebut.

Melihat pertunjukaan alat musik yang sebelumnya belum pernah saya saksikan dan kenal itu membuat saya terkesima. Saya sangat bersyukur sebab dapat menghadiri acara Gawe Desa Pengadangan itu sebab saya mendapatkan pengalaman baru di dalam acara tersebut. Semakin lama, saya semakin tertarik dan penasaran melihat pementasan itu. Hal serupa juga sepertinya dirasakan oleh beberapa orang bule kebangsaan Jerman yang hadir di lokasi pentas Musik Slober malam itu.

Usai pementasa, saya mendekat ke grup Musik Slober yang saat itu masih asyk bermain tidak teratur dengan anggotanya. Penuh rasa penasaran saya bertanya kepada mereka mengenai Musik Slober dan mereka-pun menceritakan apa dan bagaimana cara permainan alat music tersebut.

Menurut keterangan yang saya dapatkan dari salah seorang tokoh adat Desa Pengadangan (Drs. Haji Arsipusdin) yang saat itu ada di lokasi pementasan bahwa Musik Slober adalah musik alternatif yang awalnya dimainkan oleh masyarakat Desa Jurit untuk mengisi waktu luang. Namun pada tahap perkembangannya, musik Slober berkembang pesat di Desa Pengadangan yang merupakan desa tetangga dari Desa Jurit. Semakin hari Musik Slober semakin berkembang luas pada masyarakt Desa Pengadangan dan dilestrikan serta dikembangkan sebagai salah satu kekayaan budaya masyarakat Desa Pengadangan.

Drs. Haji Arsipudin juga menceritakan bahwa Slober berasal dari kata Slemor yang berarti mengisi waktu luang dan kata Seber yang berarat serak. Dua kata itulah yang digabungkan sehingga menjadi kata Slober. Dengan demikian Musik Slober merupakan musik yang dimainkan untuk mengisi waktu luang oleh warga sekitar (Desa Pengadangan) dan sekitarnya.

Asikin (salah seorang pemain Slober) juga menceritakan bahwa Slober adalah perkembangan dari Musik Genggong yang merupakan musik tradisional yang berkembang pada masyarakat Desa Jurit dan sekitarnya. Alat Musik Slober lahir dari kesalahan seorang warga Jurit dalam membuat alat Musik Genggong. Kesalahan itu kemudian dikembangkan menjadi Musik Slober yang saat ini berkembang sebagai permainan musik tradisional warga Desa Pengadangan.

Malam itu saya menyaksikan para pemain Slober memainkan alat musik mereka secara berpasang-pasangan. Malam itu, grup Musik Slober terdiri dari 11 (sebelas) orang pemain yang terdiri dari 3 pasang pemain Slober (6 orang), seorang pemain gambus, seorang pemain rencek, seorang pemain petuk, seorang pemain gendang dan seorang pemain suling.

Permainan mereka sangat memukai, alat musik gambus, suling (pereret), petuk, gendang dan rencek merupakan alat musik ritmis yang merupakan alat music pengiring permainan Slober. Pada dasarnya Musik Slober adalah permainan musik berpasangan. Jumlah pemainnya tidak terbatas, artinya Musik Slober dapat dimainkan oleh berapa orang pun, hanya saja mereka harus berpasang-pasangan sebab Musik Slober terdiri dari nada minor dan nada mayor.

 

Baca Juga :


Alat Musik Slober terbuat dari irisan pelepah pohon aren (lolon nao: bahasa Sasak). Pelepah pohon aren yang diambil menjadi Slober adalah bagian kulit luat pelepah pohon aren yang masih basah sebab bagian itu cukup elastis. Bentuknya cukup sederhana, hanya berbentuk irisan pelepah aren yang sudah ditipiskan. Alat Musik Slober berukuran panjang 10-15 cm dengan lebar 3 cm dan bagian tengahnya diiris membentuk segi empat yang bagian bawah mirisannya agak panjang dan kecil.

Haji Arsipudin juga menceritakan bahwa Alat Musik Slober dibagi menjadi dua, ada Slober Nine (Perempuan) dan Slober Mame (Laki-Laki). Slober Nine menghasilkan nada dasar Sol, Do dan Mi. Sedangkan Slober Mame menghasilkan nada La dan Re. Dengan demikian, Slober hanya menghasilkan lima nada dasar, yaitu Do, Re, Mi, Sol dan La. Lima nada dasar itu akan dihasilkan apabila Slober dimainkan secara berpasangan.

Untuk memainkan Musik Slober dibutuhkan keahlian tersendiri, yaitu penghayatan oleh para pemainnya. Slober dimainkan dengan cara digesek menggunakan ibu jari dan bagian pangkal Slober dijepit menggunakan bibir. Untuk menghasilkan nada yang merdu, maka para pemain Slober juga mengatur nafas saat memainkan alat musik tersebut. Pokonya anda akan terkesima jika melihat penampilan para pemain Slober. Karena Alat Musik Slober menghasilkan suara yang kecil sehingga pemainnya memainkan Slober di depan alat pengeras siara (Microphone).

Musik Slober memiliki potensi yang cukup baik guna memperkaya khazanah Musik Tradisional Nusantara. Saya belum pernah melihat permainan musik tradisional daerah yang metode permainannya sama dengan permainan Musik Slober. Dengan demikian, Musik Slober merupakan Musik Tradisional yang memang merupakan Musik Tradisional Khas Sasak yang lahir dan berkembang pada masyarakat Desa Pengadangan Lombok Timur.

Ke depannya, diharapkan supaya Musik Slober dapat terus dipublikasikan supaya semkain dikenal oleh publik. Musik Slober juga perlu mendapatkan perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwiasata serta dinas-dinas terkait agar di masa-masa mendatang Musik Slober dapat ditampilkan dipanggung nasional dana tau jika bisa ditampilkan di panggung internasional sebagaimana Dinas Pariwisata Lombok Timur pernah menampuilkan Musik Tongkek di panggung internasional yang digelar di Benua Australia pada beberapa bulan lalu.

Warga dan Pencinta Kampung Media yang budiman, mari kita sama-sama bergerak untuk menenarkan Musik Tradisional yang satu ini supaya ke depannya Musik Tradisonal daerah kita (Lombok) pada khusunya dan NTB pada umumnya semakin dikenal oleh dunia dan pada ahirnya Musik Tradisonal daerah kita yang satu ini (Slober) dapat menjadi kebanggaan kita bersama. Salam dari Kampung.

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan