logoblog

Cari

Tutup Iklan

Mengintip Perlengkapan Sagele

Mengintip Perlengkapan Sagele

Sagele telah didaftarkan Makembo sebagai salah satu Pranata Adat melalui Dinas Budpar Propinsi NTB tahun 2016. Tradisi menanam masyarakat Bima dengan

Seni

alan malingi
Oleh alan malingi
12 Desember, 2016 07:10:04
Seni
Komentar: 0
Dibaca: 6866 Kali

Sagele telah didaftarkan Makembo sebagai salah satu Pranata Adat melalui Dinas Budpar Propinsi NTB tahun 2016. Tradisi menanam masyarakat Bima dengan bersenandung yang diiringi alat music Biola dan Gambo ini belakangan ini telah menarik perhatian public. Perlengkapan Sagele adalah Cu a, Tongkat kayu yang diruncingkan ujungnya, Bajo Dei atau kadudu dei dan busana Rimpu serta Tutupan kepala seperti sarau atau camping. Dulu setiap sagele menggunakan rimpu.Tapi sekarang sudah berbusana bebas dengan trening atau baju kaos lengan panjang.

Cu'a atau tembilang kecil dan tongkat kayu berukuran kurang dari satu meter berfungsi untuk menggali tanah.Bajo dei atau kadudu dei berfungsi sebagai wadah penyimpanan bibit padi, jagung atau kacang dan dikeluarkan setelah tanah digali dengan tembilang atau Cu'a. Alat musik pengiring sagele berupa sarone atau serunai,sulu, Biola dan gambo. Tetapi yang lebih dominan adalah biola dan gambo.kadang biola saja atau gambo saja. Dan kadang perpaduan di antara keduanya.

Senandung yang dinyanyikan dalam Sagele bervariatif. Beragam ntoko atau irama dilantunkan seperti Haju jati.tembe jao galomba.karendo, konownco,dali,sijoli, dan irama irama terbaru dengan pantun pantun lepas yang dilontarkan secara spontan dalam suasana sagele yang mengundang gelak tawa dan penuh dengan nuansa kkeluargaan. Irama yang disenandungkan disesuaikan dengan ritme dan kecepatan prosesi menanam. Pemain gambo dan biola langsung memimpin prosesi Sagele.Dia megetahui suasana dan keadaan para penanam dalam sagele.jika kelihatan lelah maka irana lagu dan musik dimainkan dalam ritme dan ntoko yang slow seperti sijoli dan haju jati Jika ingin memacu semangat para penanam,maka ntoko yang dibawakan adalah Tembe Jao Galomba dan Karendo serta Dali dengan irama cepat.

Selain membawa suasana riang dalam bekerja, peranan musik juga menentukan seberapa cepat para petani menghujamkan tembilang/tongkat kayunya ke tanah, seberapa cepat mereka melangkah berganti lubang, memasukkan benih, lalu menutupnya dengan tanah. Adanya Sagele/Arugele membuat proses tanam menjadi lebih tertib, seragam dan tentunya lebih cepat jika dibandingkan tanpa musik.

 

Baca Juga :


 

Penulis : Alan Malingi 



 
alan malingi

alan malingi

blogger dan penulis asal Bima-NTB. Kontak : 08123734986-0811390858. Kunjungi juga www.bimasumbawa.com dan www.alanmalingi.wordpress.com.Facebook, WA, Twitter dan Instagram Alan Malingi.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan