logoblog

Cari

Tutup Iklan

Senandung Desember

Senandung Desember

Desember adalah musim tanam. Di Bima,ada tradisi unik yang menyertai musim tanam ini. Di hamparan ladang dan tegalan di lereng-lereng gunung

Seni

alan malingi
Oleh alan malingi
03 Desember, 2016 07:54:45
Seni
Komentar: 2
Dibaca: 9409 Kali

Desember adalah musim tanam. Di Bima,ada tradisi unik yang menyertai musim tanam ini. Di hamparan ladang dan tegalan di lereng-lereng gunung di pinggir kota Bima atau di wilayah Kabupaten Bima, warga menanam padi, kacang tanah dan palawija lainnya dengan bersenandung. Di Sambori dan sekitarnya senandung tanpa iringan musik ini disebuat Arugele. Sedangkan yang menggunakan alat musik seperti Biola, Gambo, Sarone dan Silu dikenal dengan Sagele.

Pada Minggu, 11 Desember pukul 07.00 Wita, Majelis Kabudayaan Mbojo (Makembo ) melaksanakan Open Trip Sagele yang diikuti sekitar 50 - 100 peserta di ladang milik Pak Ismail di So Oi Kanari di kawasan Ncai Kapenta. Sagele tahun ini akan berlangsung kolosal dan Massal karena dilaksanakan dengan jumlah peserta lebih dari 50 orang. Tim Makembo telah melakukan koordinasi dengan warga Jatibaru dan pemilik Ladang bahwa peserta Sagele yang sudah siap mendukung dari warga Jatibaru sebanyak 50 orang, ditambah partisipasi dari Makemb, BJJ dan Mecidana. Arugele dan Sagele akan menjadi kalender tetap Makembo untuk terus diperjuangkan sebagai event wisata musim Tanam di tahun-tahun mendatang.

Berkaitan dengan hal tersebut, Makembo mengundang partisipasi para facebooker, fotografer, dan teman-teman komunitas untuk bergabung di Open Trip Sagele. Acara akan diawali dengan doa bersama pada pukul 07.00 Wita, dilanjutkan dengan Sagele dan diakhiri dengan makan bersama dengan menu Tota Fo'o(Sambal Mangga, Uta Mbeca Maci (Sayur Bening) dan Uta Karamba. Peserta diharapkan berkumpul di Asi Mbojo pada pukul 06.30 Wita di Asi Mbojo. Khusus bagi peserta perempuan wajib memakai Rimpu.

 

Baca Juga :


Mari lestarikan seni dan Budaya Mbojo tidak hanya dipentas-pentas resmi. Tetapi mengembalikan seni budaya dalam "rohnya" jauh lebih penting.() -05



 
alan malingi

alan malingi

blogger dan penulis asal Bima-NTB. Kontak : 08123734986-0811390858. Kunjungi juga www.bimasumbawa.com dan www.alanmalingi.wordpress.com.Facebook, WA, Twitter dan Instagram Alan Malingi.

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    04 Desember, 2016

    Masyarakat Bima terxata masih mempertahankan bentuk kearifan Loka...Saya Salut Masyarakat Bima yang mampu menfilter keberadaan tekonologi yang menglobalisasi...


  • Randal Patisamba

    Randal Patisamba

    03 Desember, 2016

    Tradisi yang sangat menarik. Saya membayangkan suasana suka cita riuh rendah para petani kita, penuh semangat bekerja sambil menyenandungkan kidung-kidung penuh keindahan. Setuju sekali Bang Alan Malingi, seni dan kebudayaan tidak untuk dipentaskan namun ia harus hidup menjadi marwah kehidupan sehari-hari masyarakat kita.


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan