logoblog

Cari

Tutup Iklan

Jaran Kamput di Awal Abad 21

Jaran Kamput di Awal Abad 21

’Jaran Kamput’ , mungkin tidak semua orang kenal tentang kesenian yang satu ini ,  tapi di era tahun 90 an, jaran

Seni

rizieq syakiri
Oleh rizieq syakiri
07 November, 2016 15:57:13
Seni
Komentar: 1
Dibaca: 42228 Kali

’Jaran Kamput’ , mungkin tidak semua orang kenal tentang kesenian yang satu ini,  tapi di era tahun 90 an, jaran kamput adalah kesenian yang sangat populer di pulau seribu masjid ini, bahkan pada waktu itu ketenarannya bisa disetarakan dengan  kesenian gendang beleq, rudat, presean, kasidah, cilokaq dan kesenian-kesenian lokal lainnya.

Jaran kamput merupakan tradisi kuno peninggalan kerajaan Lombok pada masa lalu, dimana para raja dahulu menggunakan kuda sebagai alat transportasi  utama, selain itu kuda merupakan salah satu simbol yang melambangkan kebesaran seorang raja.

Kesenian jaran kamput adalah seni pertunjukan yang meggunakan tandu yang dilengkapi dengan tiruan bentuk kuda, karena dalam bahasa sasak jaran berarti kuda, dan kamput berasal dari  kata tandu, maka kesenian ini disebut kesenian jaran kamput, pertunjukan jaran kamput selalu diiringi dengan musik gamelan khas jaran kamput, kalau kita lihat secara lebih detail, kesenian jaran kamput adalah kesenian yang memadukan tiga unsur seni dalam satu pertunjukan, yaitu seni musik, seni tari dan seni ukir,unsur seni musiknya bisa kita dengar dari musik  gamelan yang mengiringi pertunjukan jaran kamput, unsur seni tari bisa kita lihat dari tarian khas para pemanggul jaran kamput  yang menari sehingga memberikan kesan jaran kamput yang mereka usung seakan ikut bergerak mengikuti irama musik  pengiringnya, sedangkan  unsur seni ukir bisa kita lihat dari ukiran dan hiasan yang ada pada replika jaran kamput tersebut.

Kesenian jaran kamput adalah kesenian asli suku sasak, yang sering dipertunjukkan pada acara-acara perkawinan atau khitanan, biasanya pada sesi adat nyongkolan yang merupakan salah satu bagian dari acara perkawinan suku sasak, pengantin pria dan pengantin wanita ditandu dengan menggunakan jaran kamput dan diarak menuju kerumah mempelai wanita, dengan di iringi musik khas jaran kamput, selain itu kesenian jaran kamput juga sering dipertontonkan pada acara khitanan anak – anak suku sasak, khitanan dalam bahasa sasak disebut besunat, dalam prosesi besunat suku sasak biasanya memamfaatkan seni pertunjukan jaran kamput  untuk memberikan hiburan keapada anak – anak yang disunat, anak yang disunat biasanya diarak dengan menggunakan jaran kamput  mengelilingi desa atau dusun tempat tinggal mereka.

Seiring kemajuan zaman dan perkembangan tekhnologi yang cukup pesat di abad ke 21 ini, lenggak- lenggok tarian para pemanggul jaran kamput yang terlihat tangguh dan perkasa,  saat kesenian jaran kamput  ini beraksi di jalanan desa seolah-olah hilang dari pandangan mata, begitu juga dengan alunan musik khas gamelan yang mengiringi pertunjukan ini sudah sangat jarang sekali terdenga., pada masa kejayaannya kesenian ini mampu mengundang antusias masyarakat untuk berkumpul, dan berjejer di pinggir jalan seakan menyambut kedatangan raja dan para pengiringnya, sangat berbeda dengan arak-arakan jaran kamput sekarang ini yang seakan-akan tak diperdulikan lagi, mungkin ini adalah masa dimana jaran kamput mengalami mati suri, dan suatu saat nanti akan terbangun lagi.

 

Baca Juga :


Yang jelas jaran kamput  masih belum punah, karena masih ada beberapa titik  wilayah di pulau ini yang masih mempertahankan  kesenian ini, walaupun secara ekonomi keuntungan yang didapat sangat minim, tapi hal tersebut diharapkan akan bisa mengetuk hati generasi muda sekarang untuk  melestarikan kesenian yang hampir punah ini dan peka terhadap adanya aset budaya yang mereka miliki.

Banyak generasi muda sekarang, yang hanya mengenal dan mendengar tentang kesenian jaran kamput ini dari tulisan – tulisan di Koran bekas, cerita-cerita orang tua atau buku sejarah sasak, apalagi anak anak yang tinggal dikawasan perkotaan, mungkin banyak diantara mereka yang sama sekali tidak tahu adanya kesenian jaran kamput ini,  terkait dengan hal ini peran serta pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga warisan budaya leluhur yang bernilai seni tinggi ini, agar tidak hilang tergerus zaman dan tenggelam diantara kesenian- kesenian modern yang belum tentu mempunyai nilai seni lebih tinggi dari kesenian jaran kamput ,  dan dari aspek sejarah, jaran kamput adalah salah satu sumber sejarah yang membuktikan tentang pernah adanya kerajaan kerajaan berdaulat di pulau  Lombok pada masa lampau.

Oleh karena itu,kita sangat memerlukan campur tangan pemerintah daerah, untuk segera bertindak cepat mempromosikan kesenian ini sebagai salah  satu aset budaya yang harus dilestarikan, jangan sampai dikemudian hari kesenian ini di klaim  oleh Negara lain sebagai bagian dari aset budaya mereka, seperti yang terjadi pada kesenian reog ponorogo dan lain-lain, dan yang lebih penting lagi adalah kepedulian kita bersama sebagai masyarakat sasak untuk menjaga kesenian ini agar tidak hilang terlindas zaman., () -03



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM. Sukamulia

    KM. Sukamulia

    07 November, 2016

    Tulisan yang menarik dan perlu diketahui oleh publik. Kalau di Kampung saya, ne namanya Ponggok Peraja, biasa dipentaskan pada acara khitanan dan perkawinan. Semoga saja atraksi budaya Sasak yang satu ini tetap lestari. Salam Karya dan teruslah menulis di Kampung Media NTB.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan