logoblog

Cari

Kareku Kandei di FKN IX

Kareku Kandei di FKN IX

KM LENGGE WAWO,- Untuk memeriahkan Festival Keraton Nusantara ke sembilan (FKN IX) di Bima tahun 2014, yang akan berlangsung hari sabtu

Seni

KM LENGGE
Oleh KM LENGGE
06 September, 2014 08:47:54
Seni
Komentar: 1
Dibaca: 26226 Kali

KM LENGGE WAWO,- Untuk memeriahkan Festival Keraton Nusantara ke sembilan (FKN IX) di Bima tahun 2014, yang akan berlangsung hari sabtu tanggal 6 september hingga 9 Septembet, sanggar la Diha kecamatan Wawo menggelar latihan Budaya Kareku Kandei. Latihan ini telah dilakukan selama 1 minggu terakhir ini di sanggar la Diha desa Maria Kecamatan Wawo.

Ketua Sanggar La Diha, Minarni, S. Pd ditemui disela-sela latihan di halaman rumahnya jum’at (5/9) mengatakan kecamatan Wawo untuk memerihakan FKN IX akan mengikuti dan memeriahkan dengan mengikuti pawai budaya pada hari Minggu (7/9) dan Budaya Kareku Kandei.

Pawai Budaya kecamatan Wawo akan menggunakan atribut Rimpu (pakaian adat budaya perempuan Bima)Rimpu semacam jilbab tapi menggunakan sarung nggoli (tenunan khas Bima yaitu Wawo sendiri) dan menampilkan pula deretan gadis desa yang masih mempertahankan rambut panjang sekitar sampai betisnya karena menggunakan Kaleli (Kemiri dengan cara tradisional ditumbuk dengan kelapa). Gadis desa dari kecamatan Wawo ini akan kami hadirkan saat pawai FKN IX yang mengambil Rute dari lapangan Pahlawan Bima dan berakhir di Istana ASI Mbojo.

Disamping itu Kecamatan Wawo akan menghadirkan pula dalam Festival tersebut yaitu budaya masyarakat Wawo yang hampi punah yaitu KAREKU KANDEI (kalau dalam bahasa indonesianya : memukul atau menindih padi yang telah disediaakn wadah kayu balok yang telah dipahat seperti sampan atau kendei). Kareku kandei ini pada jaman dlu untuk menggiling padi tradisional, tapi menggunakan tenaga manusia yaitu ibu-ibu dan para gadis dan menghasilkan beras tumbuk.

 

Baca Juga :


“Ini yang kita coba tetap lestariskan, dan tampilkan, jangan sampai masyarakat lupa dengan budaya tradisional ini, jangan sampai karena perkembangan teknologi kita lupa dengan sejarah maupun budaya kita”, ujar Minarni. (Efan)



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    06 September, 2014

    disamping untuk mempertahankan budaya juga kwalitas padi tumbuk lebih bagus dari padi giling dengan mesin penggiling. karena kalau ditumbuk atau Kareku kandei kandungan gizinya tidak hilang.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan